Anggrek Dendrobium

Anggrek Dendrobium merupakan salah satu jenis tanaman hias bunga yang banyak diminati di seluruh dunia. Dendrobium pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli biologi Swedia bernama Olaf Swartz pada tahun 1799.

Dibandingkan jenis bunga anggrek lainnya, dendrobium memiliki kelopak bunga yang relatif lebih tebal jika dibandingkan jenis anggrek lainnya. Selain itu, bagian daunnya juga relatif tebal dan berwarna hijau muda. Ia memiliki batang yang kokoh dan keras.

Jenis Anggrek Dendrobium

Dendrobium merupakan genus terbesar di dalam famili Orchidae yang terdiri lebih dari 1.200 spesies anggrek dendrobium yang ada di seluruh dunia. Setiap spesies memiliki keindahan dan pesona masing-masing. Hal itulah yang menyebabkan tanaman ini masih menjadi tanaman hias mahal pada 2020.

Beberapa jenis anggrek dendrobium yang memiliki tampilan yang mempesona adalah sebagai berikut :

  1. Anggrek Larat
    Tanaman ini merupakan anggrek yang berasal dari kepulauan Maluku. Nama latinnya Dendrobium phalaenopsis, ia merupakan tanaman yang dilindungi oleh undang undang dikarenakan populasinya yang sudah sangat berkurang. Anggrek larat memiliki 6 mahkota dengan warna ungu, putih atau kombinasi. Bunganya terletak di dalam satu tangkai panjang yang tersusun atas rentengan panjang.
  2. Anggrek Kupu-Kupu Putih
    Nama latinnya adalah Dendrobium affine, ia merupakan tanaman yang berasal dari NTT dan Papua. Ia menyukai daerah dataran rendah hingga sedang dengan ketinggian 0 – 300 m. Bunganya dapat muncul pada sepanjang tahun yang tersusun secara tandan. Mahkota bunganya berwarna putih dan dibagian tengahnya ungu, tetapi ada juga yang bagian tengahnya berwarna hijau dan kuning.   Jenis anggrek Dendrobium ini harganya masih terjangkau dikarenakan mudah untuk dikembangbiakkan.
  3. Anggrek Antelope
    Nama latinnya adalah Dendrobium antennatum, tanaman ini secara alami terdapat di daerah Papua dan Australia. Bunganya harum dan tidak mudah layu, yang tumbuh sebanyak 3 sampai 7 bunga dalam setiap tangkainya. Mahkotanya berwarna putih yang tumbuh ke arah samping atau ke belakang. Ia memiliki kelopak yang tumbuh tegak hingga dapat mencapai ketinggian 4,5 cm. Kelopaknya ini berwarna putih di bagian bawah dan hijau kekuningan pada bagian atasnya. Di bagian tengah bunga anggrek Dendrobium antennatum ini terdapat lidah bunga yang berwarna putih dengan garis-garis ungu. Ia menyukai hidup pada daerah dataran tinggi pada ketinggian 150 m sampai 1200 m diatas permukaan laut.
  4. Anggrek Dendrobium anosmum
    Spesies tanaman ini tersebar di hutan-hutan negara Asia Tenggara dan India. Salah satu kelebihannya adalah bunganya yang berukuran besar yang dapat tumbuh hingga berukuran 10 cm. Kelopaknya kebanyakan berwarna putih tetapi ada juga yang berwarna ungu. Bagian bibir bunga bentuknya seperti corong yang pada bagian tengahnya berwarna ungu. Selain bunganya yang berukuran besar, kelebihan jenis anggrek Dendrobium ini adalah pada wanginya yang harum sehingga banyak disukai wanita.
  5. Anggrek Dendrobium lindleyi
    Tanaman epifit ini secara alami hidup di hutan India Timur, Indonesia dan Thailand. Tanaman ini hidup pada daerah dataran rendah dan tinggi hingga ketinggian 500 meter. Bunganya berukuran kecil dan berwarna kuning yang tumbuh dalam tangkai yang panjangnya sekitar 10 – 30 cm. Di dalam satu tangkai tumbuh 10 sampai 18 bunga. Dalam satu tanaman bisa memiliki lebih dari 1 tangkai bunga, yang membuatnya dapat memiliki puluhan bunga dalam satu tanaman. Tanaman ini termasuk ke dalam jenis yang membutuhkan banyak cahaya matahari.
  6. Anggrek Dendrobium heterocarpum
    Tanaman ini memiliki batang yang menjuntai yang saat tidak berbunga akan berisi daun. Pada bulan Agustus-September, daun-daun ini akan rontok setelah itu akan muncul kuntum bunga pada batangnya yang akan mekar secara bersamaan. Bunga berwarna kuning muda yang pada labellumnya berwarna kecokelatan. Tanaman ini kurang populer di Indonesia dikarenakan bunganya hanya muncul setahun sekali.

Perawatan

Dendrobium dianggap sebagai jenis anggrek yang paling mudah dalam perawatannya, sehingga cocok untuk pemula. Ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan didalam perawatannya yaitu :

Pencahayaan
Tanaman ini menyukai paparan sinar matahari secara langsung pada pagi dan sore hari. Mereka tetap dapat tumbuh ditempat yang kurang terkena sinar matahari tetapi biasanya tidak memiliki bunga yang mekar. Disisi lain, jika terlalu terkena banyak terkena sinar matahari siang, daunnya akan berubah menjadi kekuningan.

Media tanam
Anggrek tidak tumbuh ditanam, melainkan dalam media tanam khusus yang menirukan habitat alami mereka di alam liar. Media tanam haruslah memenuhi tiga syarat utama yaitu tidak cepat lapuk, mudah ditempeli akar dan dapat menyimpan unsur hara didalamnya. Oleh karena itu beberapa media dapat dijadikan pilihan diantaranya adalah batu bata, akar pakis, moss dan arang.

Pupuk
Anggrek dendrobium membutuhkan pemupukan yang sering agar dapat berbunga. Pemberian pupuk sebaiknya dilakukan setiap 3 bulan sekali agar bunganya sering keluar. Pupuk yang saya rekomendasikan untuk anda gunakan adalah pupuk cair organik seperti POMI dan Em4. Jika anda kesulitan mendapatkannya, anda dapat memberikan pupuk majemuk NPK yang telah dilarutkan ke dalam air.

Penyakit
Anggrek Dendrobium rentan terkena serangan penyakit busuk akar ketika mereka diberikan terlalu banyak air. Gejala awal yang terjadi adalah akar menjadi berwarna cokelat, daun menguning dan kemudian layu. Jika akarnya tampak berwarna cokelat tua atau hitam, potong bagian-bagian akar yang terinfeksi dan semprot desinfektan pada guting yang digunakan. Lakukan pergantian media tanam agar dan semprot dengan fungisida untuk menghilangkan sisa-sisa penyakit.

Selain penyakit busuk akar, dendrobium juga rawan terinfeksi penyakit brown spots yang biasanya diakibatkan oleh kelembapan lingkungan yang terlalu tinggi. Buang daun yang rusak berat dan potong bagian yang terkena, sterilkan alat diantara pemotongan. Semprotkan anggrek dengan kombinasi fungisida dan bakterisida agar sisa penyakit mati.

Cara Berkembang Biak Anggrek Dendrobium

Anggrek Dendrobium berkembang biak melalui dua cara yaitu perkembangbiakan generatif dan vegetatif. Perkembangbakan generatif dilakukan melalui penyerbukan bunga yang kemudian menghasilkan anakan yang memiliki sifat campuran kedua induknya. Perkembangbiakan generatif jarang sekali dilakukan oleh para pemelihara anggrek Dendrobium dikarenakan tingkat kesulitannya yang tinggi dan lamanya waktu yang dibutuhkan agar tanaman ini tumbuh dari biji. Biasanya orang yang melakukan perkembangbiakan Dendrobium secara generatif adalah yang ingin menyilangkan satu varietas bunga dengan yang lainnya untuk menghasilkan sebuah tanaman hias jenis baru.

Perkembangbiakkan anggrek dendrobium secara vegetatif dapat dilakukan dengan beberapa cara. Setek batang merupakan yang paling banyak dilakukan, caranya adalah dengan memotong salah satu batang dibagian pangkalnya kemudian batang tersebut digantung pada tempat sejuk. Dalam waktu beberapa minggu pada batang ini akan muncul tunas dan akar sehingga dapat berkembang menjadi sebuah tanaman baru.

Selain menggunakan stek batang, perkembangbiakkan anggrek Dendrobium dapat dilakukan dengan 3 cara lainnya yaitu :

  1. Pemisahan anakan, yang dilakukan dengan memotong anakan anggrek yang tumbuh dengan induknya lalu dipindahkan ke media tanam baru.
  2. Pemisahan keki, biasanya keiki pada anggrek Dendrobium akan tumbuh pada bagian buku-bukunya. Keki ini kemudian dipotong dan ditaruh pada tempat yang sejuk, dalam waktu 2-4 minggu biasanya akan muncul tunas baru.
  3. Kultur jaringan, merupakan cara perkembangbiakan modern dengan mengembangbiakan anggrek melalui jaringan parenkim yang ada didalamnya. Sayangnya, biaya yang dibutuhkan sangatlah tinggi sehingga jarang orang yang dapat melakukannya.